Fakta Atau Mitos: Scaling Bikin Gigi Renggang?
Pernah mendengar anggapan bahwa scaling gigi bisa membuat gigi menjadi renggang? Kekhawatiran ini cukup sering muncul, terutama setelah seseorang melihat adanya celah di antara gigi setelah prosedur scaling. Lantas, apakah benar scaling dapat membuat gigi renggang? Yuk, simak faktanya!
Scaling Gigi Sebenarnya Apa?
Scaling gigi adalah prosedur pembersihan gigi untuk menghilangkan karang gigi (tartar) dan plak yang menempel keras pada permukaan gigi, terutama di area yang sulit dibersihkan hanya dengan menyikat gigi.
Karang gigi yang dibiarkan menumpuk dapat memicu peradangan pada gusi dan meningkatkan risiko penyakit gusi. Karena itu, scaling merupakan salah satu bagian penting dari perawatan dan pemeliharaan kesehatan gigi serta gusi.
Benarkah Scaling Bikin Gigi Renggang?
Mitos. Scaling tidak membuat gigi menjadi renggang.
Jika setelah scaling terlihat adanya celah di antara gigi, biasanya bukan karena scaling menyebabkan gigi bergeser. Salah satu penyebabnya adalah karang gigi yang sebelumnya menumpuk cukup tebal di sela-sela gigi.
Karang gigi tersebut dapat membuat celah alami di antara gigi seolah-olah tertutup. Setelah karang gigi dibersihkan, ruang yang sebenarnya sudah ada menjadi terlihat lebih jelas.
Mengapa Setelah Scaling Gigi Terlihat Lebih Renggang?
Ada beberapa kondisi yang dapat membuat gigi tampak lebih renggang setelah scaling, antara lain:
1. Karang Gigi Menumpuk di Sela Gigi
Karang gigi yang menumpuk dalam jumlah banyak dapat mengisi ruang di antara gigi. Setelah dibersihkan, celah tersebut kembali terlihat.
Jadi, scaling bukan menciptakan celah baru, tetapi menghilangkan karang gigi yang sebelumnya menutupi celah tersebut.
2. Gusi Mengalami Penyusutan
Pada kondisi penyakit gusi yang sudah cukup parah, jaringan gusi dan tulang penyangga gigi dapat mengalami kerusakan. Setelah peradangan dan karang gigi ditangani, posisi jaringan gusi dapat terlihat lebih rendah sehingga gigi tampak lebih panjang atau celah di antara gigi terlihat lebih jelas.
3. Kondisi Tulang Penyangga Gigi
Pada kasus tertentu, penyakit periodontal dapat menyebabkan berkurangnya tulang yang menopang gigi. Kondisi ini dapat membuat gigi menjadi lebih mudah bergerak atau mengalami perubahan posisi.
Jika terdapat kegoyangan atau perubahan posisi gigi, penyebabnya perlu diperiksa oleh dokter gigi dan bukan langsung dianggap sebagai efek scaling.
Apakah Scaling Bisa Membuat Gigi Goyang?
Scaling pada dasarnya tidak membuat gigi sehat menjadi goyang.
Jika gigi terasa sedikit berbeda setelah pembersihan karang gigi, bisa jadi sebelumnya gigi sudah mengalami masalah pada jaringan pendukungnya akibat penumpukan karang gigi dan penyakit gusi.
Karang gigi yang sangat tebal bahkan dapat memberikan kesan seolah-olah gigi lebih kokoh. Setelah karang tersebut dibersihkan, kondisi gigi dan jaringan di sekitarnya menjadi lebih terlihat sehingga kegoyangan yang sebelumnya sudah ada dapat terasa lebih jelas.
Apakah Celah Setelah Scaling Bisa Menutup Kembali?
Tergantung penyebabnya.
Jika celah hanya terlihat karena sebelumnya tertutup oleh karang gigi, tentu celah tersebut merupakan bagian dari kondisi anatomi gigi yang sebenarnya. Namun, jika terdapat perubahan jaringan gusi atau masalah periodontal, dokter gigi perlu melakukan pemeriksaan untuk menentukan perawatan yang tepat.
Jangan mencoba menutup celah dengan membiarkan karang gigi menumpuk kembali. Karang gigi bukanlah sesuatu yang dapat digunakan untuk mengisi celah gigi, karena justru dapat menyebabkan masalah pada gusi dan jaringan pendukung gigi.
Scaling Justru Membantu Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi
Membersihkan karang gigi secara rutin dapat membantu menjaga kebersihan rongga mulut dan mengurangi penumpukan plak serta karang gigi. Frekuensi scaling dapat berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kebersihan mulut, kesehatan gusi, dan risiko terbentuknya karang gigi.
Selain scaling, tetap lakukan perawatan sehari-hari seperti:
- Menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar.
- Membersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss atau interdental brush.
- Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
- Melakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
- Segera berkonsultasi jika gusi mudah berdarah, bengkak, atau gigi terasa goyang.
Jadi, scaling bikin gigi renggang adalah mitos. Scaling tidak dirancang untuk menggeser atau merenggangkan gigi. Celah yang terlihat setelah scaling biasanya merupakan celah yang sebelumnya tertutup oleh karang gigi atau menjadi lebih terlihat akibat perubahan jaringan gusi yang sudah terjadi sebelumnya.
Jika setelah scaling Anda merasa gigi menjadi renggang, goyang, atau terdapat perubahan pada gusi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi agar dapat diketahui penyebab sebenarnya. Dengan begitu, perawatan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi gigi dan gusi Anda.
Ingin Konsultasi atau Perawatan Gigi Aman & Profesional? Hubungi klinik gigi terdekat atau percayakan kesehatan gigi Anda kepada tenaga ahli di klinik kami!
Konsultasi SekarangFeatured products
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?